5 PERSIAPAN SEBELUM IKUT LOMBA BLOG

2.4.17


Saat awal mula membuat blog, aku tidak pernah tahu untuk apa aku ingin membuatnya. Aku hanya ingin berbagi cerita dan ide. Aku senang menulis cerita cinta, maka aku membuat cerpen romance. Aku suka menonton film misteri atau thriller, maka aku membuat cerita misteri. Aku suka sekali belajar teknik menulis, maka aku membaginya di sini.
Bagiku, blog adalah rumah. Rumah yang kadang ada tamu datang, kadang ada hajatan, kadang juga sepi. Rumah yang harus selalu dicat, diisi dengan taman-taman penuh bunga, dekorasi yang menarik agar tamu betah mengobrol.
Seiring berjalannya waktu, menulis di blog mulai menjadi candu. Ya, meskipun untuk membuat sebuah cerpen/artikel untuk blog biasanya aku membutuhkan waktu minimal tiga hari. Satu hari mencari ide, satu hari membuat kerangka dan menulis, dan satu hari untuk mempublish di blog. Melelahkan, memang. Tapi menyenangkan.
Suatu waktu, aku mulai iseng untuk mengikuti berbagai lomba (baik lomba blog ataupun cerpen yang dipublish di blog). Aku mengikuti lomba blog agar mulai terbiasa untuk mengasah ide, riset kecil-kecilan, hingga menulis yang menarik. Targetnya sebenarnya bukan menang atau kalah sih. Tapi agar kita memiliki portofolio yang banyak. ‘Hadiah’ adalah bonus untuk kerja keras, bukan? Aku tidak munafik kok. Bahkan aku bilang, mengikuti lomba blog itu bisa jadi salah satu lahan mencari uang lho.
Sama halnya saat menulis cerita untuk blog ini, mengikuti lomba blog juga membutuhkan persiapan yang sangat melelahkan. Percayalah, mengikuti lomba blog itu sebenarnya melelahkan. Namun, jika kita sudah niat untuk mengikutinya, ya kita harus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik, bukan?
Nah, berikut adalah 5 persiapanku untuk mengikuti lomba blog.

PERTAMA, CARI DULU LOMBANYA
Saat awal kali pertama ikut lomba blog, semua lomba kulahap. Persis seperti saat mau buka puasa, semua makanan di beli, semua makanan disiapkan. Namun, pas buka puasa, yang disentuh ya cuma satu dua. Sisanya, kenyang. Entar dulu aja.  Begitu juga saat mengikuti lomba blog. Semua pasti ingin diikuti. Apalagi melihat hadiahnya yang besar. Lomba A hadiahnya 10juta, yang B jalan-jalan ke Jepang, lomba C hadiahnya Macbook. Alamak, semuanya menarik. Lalu, apa semua harus diikuti?
Prinsipku sih, selama aku masih ada waktu, ya aku akan mengikuti sesuai yang kuinginkan. Namun, aku memiliki standar sendiri untuk kualitas tulisannya. Ada batasan waktu yang harus dikejar, jadi aku kadang mikir sendiri ‘aku bisa nggak ya mengikuti tenggat waktunya’. Jadi bagaimana solusinya?
Pilihlah lomba yang sesuai dengan target pembaca blogmu. Blog kamu tentang traveling, trus kenapa harus ikut lomba review gadget? Blog kamu tentang fashion, ngapain pula ikut yang review apartemen? Atau blog kamu tentang dunia menulis, ya sudahlah ikut lomba blog cerpen saja. Jika blog kamu lebih ke ‘gado-gado’, ya beruntunglah kamu karena bisa ikut lomba mana saja. Hal ini bisa membatasi kita untuk memilih lomba blog mana saja yang akan kita ikuti.
Tapi, apa kita tidak bisa mengikuti lomba apa saja? Tanpa harus memikirkan, ‘Aduh blog aku tentang traveling nih, tapi lombanya tentang gadget’, atau ‘Wah, aku nggak bisa ikut karena blogku tentang fashion’.
Tenang dulu. Ambil nafas panjang. Aku sendiri selalu berusaha ikut lomba yang kusuka. Terutama yang bisa memperkaya tulisanku di blog. Caranya? Ada dua.
Pertama, kamu yang mengikuti tema blog. Atau kedua, sesuaikan tema blog dengan gaya menulismu. Untuk yang pertama, tak perlu dijelaskan panjang lebar, ya ikuti saja tema lombanya. Menurutku cara pertama ini bisa merusak reputasi kamu sebagai blogger. Misal, blog kamu tentang traveling, dan kamu ikut lomba blog tentang fashion. Ya, orang langsung berpikir bahwa kamu itu tidak konsisten. Jadi pembacamu akan kabur, kan?
Yang kedua, ini yang selalu aku lakukan. Sesuaikan tema lomba blog dengan gaya menulismu di blog. Blogku adalah blog tentang kepenulisan dan cerita-cerita. Jadi sebisa mungkin, artikel yang kubuat tak jauh-jauh dari itu. Atau, jika harus membuat artikel yang ‘melenceng’ dari tema, aku harus membuatnya seperti sedang ‘bercerita’. Misalnya, saat mengikuti lomba blog BPJS, aku tidak mungkin menjelaskan teknis cara ikut BPJS, kan? Jadi, kubuat saja seperti bercerita. Simpel, kan? Contoh lain, jika blog kamu tentang traveling, dan kamu ingin ikuti lomba blog mereview gadget. Ya, hubungkan cerita jalan-jalanmu dengan kelebihan dari gadget itu. Intinya, gali kreativitasmu.
Jangan sampai lomba blog merusak reputasi blogmu, ya. Pilihlah yang sesuai dengan isi blog kamu, atau sesuaikan dengan blog kamu. Aku sendiri menghindari lomba blog tentang SEO lho. Ya, karena aku nggak ngerti sih. 

KEDUA, CARI DULU SYARATNYA. BACA BAIK-BAIK PERKATA.
Biasanya untuk lomba blog, panitia menyiapkan beberapa persyaratan yang harus diikuti. Misalnya, tulisan harus lebih dari 500 kalimat, harus follow social media mereka, harus share tulisan di social media. Baca satu persatu, dan ikuti semuanya. Tanpa terkecuali. Aku sendiri selalu meng-copypaste persyaratannya, aku salin di MS Word, kemudian kutandai satu persatu. Bahkan kadang, aku mencetaknya agar lebih mudah ditandai. Jangan sampai, artikelku sudah bagus, tapi kemudian kalah karena ada satu persyaratan yang tidak kuikuti (misalnya: memasang banner lomba di blog).
Baca baik-baik. Ingatlah, ikuti saja peraturannya. Baca dulu hingga tuntas. Jadi tidak perlu bertanya via social media mereka, atau meneror via email. Baca aja dulu, pahami baik-baik. Kadang aku sendiri suka jengkel sih, jika ada blogger yang nanya tentang teknis lomba padahal sudah dijelaskan detail.  Bertanyalah sesuatu yang tidak dijelaskan, atau kurang jelas.

KETIGA, BACA KARYA-KARYA BLOGGER-BLOGGER YANG PERNAH MENANG.
Sebelum mengikuti lomba, aku sebisa mungkin riset tentang blogger-blogger yang memenangkan lomba blog. Awal pertama ikut lomba, aku terinspirasi oleh Kevin Anggara yang memenangkan lomba blog Daihatsu (baca artikelnya di sini). Menurutku, Kevin bisa menampilkan artikel dengan sudut penceritaan yang berbeda dari blog-blog lain yang ikut. Aku banyak belajar dari kemenangannya itu. Aku juga belajar dari Blog-nya Mas Iptek saat memenangkan lomba blog SAMSUNG. Aku sendiri ikut lomba itu, dan hanya dapat penghargaan sebagai 10 tulisan terbaik pilihan juri. Kemudian, aku menganalisis kenapa aku kalah dengan membaca blog pemenang.
Riset ke blog pemenang lomba akan membantuku menemukan ide, menemukan gaya penceritaan yang cocok, dan memperkirakan kira-kira cerita seperti apa yang berpotensi memang.

KEEMPAT, CARI IDENYA. BUAT KERANGKA YANG BERBEDA DARI PENULIS LAIN YANG IKUT.
Sebelum mengikuti lomba, aku sebisa mungkin survey ke blogger lain yang ikut. Caranya? Biasanya panitia membuat satu halaman yang menampilkan semua peserta lomba. Random saja pilih beberapa artikel, kemudian baca. Aku sendiri akan membaca minimal 20 blog yang ikut. Aku baca secara teliti. Aku cerna masing-masing artikel, kemudian mencari sesuatu yang ‘berbeda’ dari mereka, bisa dari ide ataupun gaya penceritaan.
Saat mencari ide, aku sebisa mungkin memberikan manfaat kepada pembaca. Dengan catatan, aku harus menuliskannya seperti ‘bercerita’ atau secara kasarnya ‘harus seperti cerpen’. Aku akan menghindari artikel yang menjelaskan secara ‘teknis’. Misalnya, saat mengikuti lomba review gadget, jangan dari awal mereview tentang gadget. Penjelasan tentang teknis, bisa kita sisipkan di akhir atau di tengah. Tergantung kreativitas kamu. Baca saja salah satu artikel lomba blogku di sini.
Dari membaca karya blogger lain yang ikut, kita bisa menganalisis lho blog mana yang oke, blog mana yang tidak. Tapi ingat, jangan mencontek. Cari ide fresh yang berbeda.

KELIMA, CARI DULU AJA GAMBAR-GAMBAR YANG SESUAI.
Saat riset ke tulisan blogger yang ikut lomba, aku suka heran dengan artikel yang hanya berupa tulisan (biasanya 4 paragraf) yang isinya copy paste. Kesannya kok tidak niat. Jika sudah niat ikut lomba, buatlah yang terbaik. Bagaimana bisa memang, kalo cuma bikin artikel 4 paragraf hasil copy paste.
Aku selalu menghindari hal itu. Ketika mengikuti lomba blog, sebisa mungkin aku harus membuat artikel yang berbeda. Tulisanku jarang juga yang hanya  berupa tulisan (4-5 halaman), bisa bikin pusing yang baca. Aku selalu menyisipi dengan gambar, foto, ilustrasi. Percayalah, tulisan blogmu akan semakin menarik kok. Yang baca juga jadi senang membacanya.
Yang jadi catatan, saat kamu memakai gambar/foto/ilustrasi, cantumkan sumber gambar. Jika gambarnya kamu modifikasi, tetap cantumkan sumber gambarnya utamanya dari mana. Jangan sampai dikemudian hari nanti, ada pihak yang menuntut kita karena gambarnya dipakai, kan?


Segitu saja sharing dariku. Semoga bermanfaat. Dan selamat mengikuti lomba. 

You Might Also Like

14 comments

  1. Menambah portofolio :") Benar sekali Mas, ditambah -> Buat sekalian latihan menulis dan nambahin grafik blog:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes, karena saat berkompetisi biasanya kita akan melakukan 'effort' yang lebih (baik riset, cara menulis, promo, dll)

      Hapus
  2. Bisa diterapin nih kalo mau ikut lomba blog. :)

    BalasHapus
  3. makasih tipsnay , akan aku coba

    BalasHapus
  4. Yang pentingmah harus sesuai sama minat dan kemampuan.
    kalo ga gitu nantinya bisa pusing sendiri terus buntu deh.
    kecuali kalau kita cerdas di segala bidang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yess, akan lebih mudah jika memulai sesuatu dengan hal yang kita sukai...

      Hapus
  5. tulisan yang menarik dan mencerahkan, aku juga kurang lebih begitu step by stepnya hampir sama

    BalasHapus
  6. Saya kalau ngedraft tulisan gak bisa sehari. Emang nulis gak segampang belanja di priceza.co.id yah...adaaaa ajah yang terus bikin konsentrasi nulis ilang. Yg rumah ramai lah, baterai low, kepikiran mantan #eh
    Hihi...makasih tipsnyaaa... Saya kemarin2 takut mau ikutan lomba Blog, tapi kayaknya udah muncul keberanian nih baca tips kamu

    BalasHapus
  7. tipsnya bagus banget mas, kalo setiap aku ikutan lomba pasti selalu aku kaitin dengan pengalaman pribadi aku dan biasanya ceritanya bakalan lebih mengena :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget, kemarin aku menang lomba juga gara-gara pakai pengalaman pribadi. Saran yang baguss...

      Hapus