5 ALASAN MENGAPA AMMAR ZONI MASIH PANTAS JADI IDOLA


Jakarta sore ini terasa sepi. Padahal di perempatan jalan sedang ada adu klakson antara mobil merek eropa dan motor bebek. Belum lagi suara kernet metromini yang bergelantungan di pintu. Mungkin hanya aku yang merasa sepi. Jakarta, tidak. Di akun-akun gosip di instagram, sedang ramai diberitakan seorang artis ibukota yang ditangkap karena memakai narkoba. Ironisnya, di rumahnya sendiri, disaksikan oleh ayahnya.

Namanya Ammar Zoni. Seorang kawan bertanya, siapa? Aku hanya menjawab, dia artis yang sedang naik daun. Karena setiap malam wajahnya selalu menghiasi layar kaca milik tetangga kosan yang dihuni oleh ibu-ibu berputera kecil dan seorang bapak yang tidak pernah lupa memakai singlet setiap malam.

Sebuah akun gosip ternama ibukota mengunggah berita itu, kemudian lebih dari lima ribu orang berkomentar. Ada yang pedas. Ada yang gurih. Semuanya sama saja menurutku. Di foto terakhir yang diunggah sang artis, lebih dari sepuluh ribu orang yang berkomentar. Masih ada yang bersimpati, tak sedikit yang menghujat.

Aku sendiri? Memilih diam. Meskipun secara sembunyi-sembunyi, aku tetap mengikuti satu-satu beritanya. Membaca. Tanpa berkata. Mungkin itu yang terbaik. Daripada bersangka-sangka. Apa faedahnya? Toh, sebenarnya aku follow dia juga. Instagram dia. Jadi sebenarnya, sejak dulu saya pengikut setia. 

Pun sekarang, dia masih pantas jadi idola. Usianya masih sangat muda. 24 tahun. Astaga.

Apa alasannya?

Pertama, karena dia mengajarkan kita bahwa hidup adalah perjuangan. Orang-orang mungkin hanya mengenal kita, saat hidup kita telah enak bergelimang kesuksesan semata. Seperti dia. Mereka tak tahu, beratus hari, mungkin, kita pernah tak tidur, pernah lupa makan. Untuk menuju kesuksesan. 

image from twitter @sylviaduckworth
Ammar Zoni adalah bintang muda, yang namanya sedang dielu-elukan ibu-ibu komplek, yang setiap malam rebutan remote dengan anaknya. Mau nonton Anak Langit, katanya. Ammar memulai kehidupan kecilnya dengan diasingkan ke pulau Sumatera, oleh ayahnya. Dia belajar silat. Hingga pernah ikutan Porda, dan festival silat internasional. Wajahnya mulai dilirik oleh produser-produser sejak dia menjadi finalis model majalah anak muda. Sejak kecil, dia telah diajarkan bahwa meraih impian butuh perjuangan.

Dia memulai debutnya di layar kaca sebagai pemain kedua, kemudian menjadi terkenal karena membintangi '7 Manusia Harimau' yang sempat merajalela. Dan kini ia menjadi artis utama. Hidupnya sedang di atas angin. Dan ia telah merintisnya sejak kecil.

Pantas saja dia jadi idola, karena dia mengajarkan kita bahwa pergilah, asalkan bertujuan.

Kedua, karena dia mengajarkan kita bahwa ‘Semakin Tinggi Pohon, Semakin Tinggi Anginnya’. Semakin kita meraih kesuksesan-kesuksesan, setinggi bintang-bintang, akan ada banyak aral rintang. Tak lagi dihalangi oleh kawan yang berebut peringkat pelajaran, tapi bisa juga oleh kawan yang menjegal jabatan. Belum lagi oleh iming-iming kenikmatan, seperti korupsi, dan ganja yang melenakan. Jadi tanganmulah yang bertanggung jawab berpegangan. Berpegangan pada apa, tanggung jawab nanti akan ditanyakan.

Ketiga, karena dia mengajarkan kita bahwa untuk mendapatkan kesenangan, kadang ada yang dikorbankan. Sebuah portal berita ibukota, memuat berita yang mencengangkan. Dalam satu pertanyaan yang diajukan, kepada Sang Bintang, dia menjawab bahwa ganja ia makan untuk ‘kesenangan’.

Kini, statusnya ia menjadi tahanan. Bahkan terjerat 12 tahun tanpa melihat Jakarta, dan kemacetan. Bukankah, dia meraih kesenangan, namun harus mengorbankan.

Begitulah kesenangan-kesenangan. Kadang ada yang dikorbankan. Misalnya saja, kita harus rela tidak tidur setiap malam, agar bisa meraih kesuksesan. Merelakan waktu-waktu bermain, untuk mengejar impian. Memakan ganja, untuk kesenangan, dan kemudian harus jadi tahanan.

Keempat, karena dia mengajarkan bahwa pergaulan itu penting. Pepatah lama ini kuno, tapi artinya teramat dalam. Berkawanlah dengan penjual parfum, agar engkau ikutan harum. Jika berkawan dengan tukang sate, siap-siap bau asapnya.

Ammar Zoni bukan pengedar. Dia pemakai. Sialnya, dia keterusan. Bukan hanya selinting rokok, tapi setoples. Dia ditangkap bersama dua rekannya. Di rumahnya. Ironinya, ada  ayahnya. 

Begitulah hidup di Jakarta, pergaulan adalah segalanya. Kamu bisa saja terdampar di kolam ikan yang ada emas di dasarnya, atau justru menemukan duri-duri tajam. Semua tinggal pilihan.  
Semangat itu menular. Menjadi buruk pun begitu. 

Kelima, karena dia mengajarkan kita bahwa hidup itu, ganteng saja tidak cukup.

Note :
Seorang idola, tidak hanya dicontoh karena perbuatan baiknya, namun karena dia melakukan hal yang salah, dan kita tidak mengikutinya. Itu kata saya.
5 ALASAN MENGAPA AMMAR ZONI MASIH PANTAS JADI IDOLA 5 ALASAN MENGAPA AMMAR ZONI MASIH PANTAS JADI IDOLA Reviewed by Wignya Wirasana on 7/12/2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.